PT. MAKSIPLUS UTAMA INDONESIA

PT. MAKSIPLUS UTAMA INDONESIA
Meningkatkan Kualitas Hidup Anda

Minggu, 20 November 2016

Bismillahirrahmanirrahim

Aplikasi MaxiGrow Pada Jagung

       Tempat ideal untuk budidaya jagung adalah daerah dengan ketinggian 50 – 600 m yang memiliki curah hujan sekitar 85 – 200 mm/bulan, suhu optimum antara 230 C – 300 C, tanah gembur, subur dan kaya humus, pH tanah antara 5,6 – 7,5, aerasi (pengaliran udara ke dalam air untuk meningkatkan kandungan oksigen) dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah dari 800.

      Pengolahan Lahan
Tanah yang akan ditanam diolah dengan cara dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman.
 Lebar saluran 25- 30 cm, kedalaman 20 cm. saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek.
 Daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata pada barisan tanaman, + 1 bulan sebelum tanam.
 Berikan pupuk kandang sebanyak 6 ton/ha, diberikan sepanjang larikan tanaman, sebelum tanam. Kemudian berikan larutan MaxiGrow (1liter MaxiGrow:
air max 200 liter) pada setiap titik tanam.
Tahap ini diperlukan 2 s/d 3 liter MaxiGrow per Ha.
Lubang tanam ditugal (dibuat lubang untuk benih di tanah), kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih.
   Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar.
Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40 cm x 100 cm (2benih/lubang).
 Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanam 25 cm x 75 cm (1 benih/lubang).

        PEMUPUKAN Pupuk Kimia
Kebutuhan pupuk kimia per hektar pada tanaman jagung adalah:
Urea sebanyak 175 kg, TSP sebanyak 60 kg, dan KCL sebanyak 75 kg. diberikan 2 kali, pemberian pertama dengan dosis 1/3 takaran Urea dan semua TSP dan KCL diberikan pada saat tanam, sisanya 2/3 takaran
Urea diberikan pada usia 5 minggu setelah tanam.
         
Pupuk Hayati MaxiGrow

Pemberian MaxiGrow kembali pada 35 s/d 37 hari setelah tanam, sebanyak 3 s/d 4 liter
   
Pengendalian Hama
 Pengendalian hama dilakukan dengan cara pemantauan di lapangan, yaitu penyemprotan insektisida hanya dilakukan apabila ditemukan serangan hama yang merusak.

   FAKTA MENAKJUBKAN
Di lampung, jagung yang ditanam dengan teknologi pupuk MaxiGrow tumbuh besar sampai 1 tongkol jagung besarnya mencapai 1 kilo.
Di Sumatera Utara, ladang jagung yang sebelumnya menghasilkan 2-4 ton per hektar meningkat 7 ton setelah menggunakan pupuk hayati teknologi MaxiGrow.


Minat serius chat/wa +601136508072
mail mazdimaz.maksiplus@gmail.com
layari http://maksiplus-utama-indonesia.blogspot.com
fb Mazdimaz Maksifriend 
Bismillahirrahmanirrahim
Aplikasi MaxiGrow Pada Cabai

Cabai dapat tumbuh pada dataran rendah maupun tinggi tergantung dari variestasnya.
Tanah yang baik dalam budidaya cabai adalah yang memiliki pH tanah dengan skala 5-6.
Budidaya cabai seringkali dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya;
teknis budidaya, kekurangan unsur hara, serangan hama dan penyakit.
Pengolahan Lahan :
Lahan yang telah diolah, buat bedengan (seperti terlihat pada gambar), berikan pupuk kandang (sudah matang) pada setiap bedengan, kemudian semprotkan larutan MaxiGrow (1 liter MaxiGrow :
air max 100 liter), kemudian tutup dengan tanah dan mulsa (apabila menggunakan).
Biarkan minimal 3 hari, kemudian siap untuk ditanam. Pada tahap ini kebutuhan MaxiGrow sebanyak 2 liter per hektar dan pupuk kandang sebanyak 4-6 ton per hektar.
Pemberian MaxiGrow ke-2 Semprotkan larutan MaxiGrow (2liter MaxiGrow :
air max 100 liter) pada sekitar pangkal batang.
Tahap ini kebutuhan MaxiGrow minimal 2 liter per hektar.
Pemberian pupuk kimia ke-1, 15 s/d 18 hari setelah tanam
Kebutuhan untuk lahan 1 hektar adalah sebagai berikut :
Urea/ ZA sebanyak 80 kg, TSP/SP-36 sebanyak 100 kg dan KCL sebanyak 75 kg, aduk sampai rata, berikan pada sekitar pangkal batang (jarak 10 cm dari batang) kemudian tutup dengan tanah.
Asumsi bila 1 hektar terdapat 12.000 pohon,
maka untuk setiap pohon diberikan campuran pupuk kimia sebanyak kurang lebih 20 gr.
Pemberian pupuk ke-2 (35 s/d 40 hari setelah tanam)
Kebutuhan dan cara pemberian pupuk kimia sama dengan pemberian yang pertama yaaitu ;
Urea/ZA sebanyak 80kg, TSP/SP-36 sebanyak 120 kg dan KCL sebanyak 100 kg.
Asumsi bila 1 hektar terdapat 12.000 pohon, maka untuk setiap pohon diberikan campuran pupuk kimia sebanyak + 25 gr.
Kesaksian Bapak Ahmad petani cabai:
Sebelum menggunakan MaxiGrow, tanaman cabai saya mudah terkena penyakt trip (daun keriting). Setelah menggunakan MaxiGrow, tanaman yang terkena trip, relatif lebih sedikit, dan tanaman yang telah terkena trip, perlahan menunjukan perbaikan.
Ternyata setelah menggunakan teknologi ini membuat daya tahan tanaman terhadap penyakit menjadi bertambah.
Saya juga menggunakan MaxiGrow pada tanaman tomat jenis TIA (Tomat Indonesia Asli).
Cara pakainya sesuai anjuran dari tim penyuluh MaxiGrow yaitu ;
2 liter/hektar sebelum tanam kemudian saya tutup dengan mulsa plastik, setelah tiga hari saya tanam hasil semaian, kemudian pada umur 14 hari saya lakukan semprotan yang ke-2 sebanyak 1 liter/hektar.
Dari segi fisik, tanaman sangat bagus pertumbuhannya, ratarata ketinggian tanaman 25-30 cm ( umur 14 hari setelah tanam) dan satu dua tanaman tomat mulai muncul bunga, pupuk yang saya gunakan hanya pupuk kandang dan MaxiGrow.
FAKTA MENAKJUBKAN Pohon cabai bisa sampai 40 kali petik, padahal umumnya hanya 20 kali petik.
Di Sumatera Utara petani menyebut pupuk MaxiGrow sebagai pupuk anti cabai keriting.
Karena sejak menggunakan pupuk ini, selain produktifitas meningkat dan daya tahan lebih lama, petani bebas dari masalah cabe keriting.
Info Pemesanan chat/wa +601136508072
layari http://maksiplus-utama-indonesia.blogspot.com
mail mazdimaz.maksiplus@gmail.com

Sabtu, 19 November 2016

Bismillahirrahmanirrahim

Semangat Malam Smua

Kenapa Pentingnya Kita Beralih ke MAXIGROW  Pupuk Hayati  ALLin1

Berikut Sedikit Penjelasannya
Selengkapnya Layari http://maksiplus-utama-indonesia.blogspot.com
atau wa +601136508072
mail mazdimaz.maksiplus@gmail.com
fb Mazdimaz Maksifriend




Persembahan dari PT Tani Solusi

Tani Solusi dengan bangga mempersembahkan sebuah produk inovasi teknologi bagi produktifitas pertanian dan hortikutura, perkebunan, peternakan dan perikanan. MaxiGrow adalah karya anak bangsa yang didedikasikan bagi kesejahteraan rakyat. Sumbangsih MaxiGrow sebagai produk yang bertujuan memberikan stimulant bagi kesuburan tanah yang bekerja secara mikrobiologis atau bioteknologi, diharapkan menjadi jawaban atas permasalahan yang menyangkut pertumbuhan maupun produktifitas hasilnya secara kuantitas maupun nilai ekonominya. Solusi Tani sebuah perusahaan yang akan membawa kesuksesan baru bagi produktifitas pertanian. Dengan back up perusahaan yang sangat berpengalaman didalam industri pertanian di antaranya benih jagung, sayuran dan industri pestisida. Tidak hanya itu dari sisi finansial dan IT, MaxiPlus masuk dalam group perusahaan asuransi dan IT. Akan menjadikan MaxiGrow sebagai salah satu produk unggulan dibidang peningkatan produksi pangan. Dengan visi tetap menjadikan alam sebagai sahabat bagi kehidupan manusia yang hijau dan lestari. Buku ini disusun sebagai alat bantu bagi para network marketer yang tersebar di tanah air, serta referensi tambahan bagi pengguna pupuk MaxiGrow. Akhir kata, kami berharap buku panduan aplikasi pemupukan ala MaxiGrow ini dapat menjadi alat bantu yang memadai.  Semoga bermanfaat.Sukses selalu untuk anda.
                                                 
Terobosan Bagi Produktifitas Pertanian

Sistem pertanian kita dalam 40 tahun terakhir hanya mengandalkan peningkatan produktifitas dan kesuburan tanah dari kimia saja, padahal kesuburan tanah merupakan keseimbangan antara kesuburan fisika, kimia dan biologi. Akibatnya sekarang kesuburan biologi tanah / bahan organic merosot drastis dicirikan dengan kandungan humus tanah yang rendah (sekitar 1%). Pengembalian kesuburan biologi ini dapat dilakukan dengan penambahan kompos atau pupuk kandang. Namun demikian hal ini sulit dilakukan petani karena jumlah kompos atau pupuk kandang yang dibutuhkan jumlahnya besar (6 s/d 8 ton/ha/musim tanam).Tentu pengadaan kompos sebanyak itu sangat sulit bagi petani. Kalaupun ada, biayanya menjadi mahal, selain penggunanya tidak praktis. Disisi lain kebutuhan pupuk kimia (urea,sp36,KCL,dll) setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Data menunjukan kebutahan urea untuk lahan padi mengalami kenaikan 8,5% - 10% per tahun. Situasi ini diperparah dengan problematika sistem tata niaga dan distribusi pupuk, khususnya urea. Sehingga, setiap musim tanam selalu terjadi kelangkaan urea dan gejolak harga yang menyulitkan petani. Perlu diketahui bahwa dalam komponen produksi pertanian, pupuk menjadi factor penentu keberhasilan, yakni mencapai 55%. Dengan kendala sulitnya petani memperoleh suplai pupuk yang memadai, baik harga, jumlah, maupun ketepatan waktu, dibutuhkan suatu terobosan strategis ditingkat kebijakan pemerintah maupun inovasi teknologi.
Secara nasional Indonesia memiliki lahan dengan sebaran sebagai berikut: 12 juta hektar padi, 4 juta hektar jagung, 1 juta hektar kedelai, dan 2 juta lahan sayuran dan hortikultur. Belum termasuk lahan perkebunan rakyat berupa kakao, karet, sawit, tebu, tembakau, dan lain – lain yang semuanya menggunakan pupuk kimia dan pestisida dalam skala yang besar. Berangkat dari kondisi inilah sebuah riset mikrobiologi karya anak bangsa telah berhasil mengembangkan produk pupuk organic ramah lingkungan berbasis bioteknologi. MaxiGrow merupakan terobosan teknologi yang telah melalui beberapa tahapan uji coba meliputi : uji laboratorium, uji lapangan, dan uji efektifitas oleh lembaga – lembaga yang terakreditasi secara nasional yang diakui oleh Pemerintah RI. Produk ini memiliki kandungan bakteri penambat N2 secara asosiatif, mikroba pelarut P dan mikroba pendegradasi selulase.
Beberapa jenis mikroba penting yang dibutuhkan dalam proses penyuburan tanah secara biologi antara lain :
Azospirillium, Azotobacter, Mikroba Pelarut P, Lactobacillus, , Mikroba Pendegradasi Selulasa, Hormon Tumbuh. Jenis – jenis mikroba tersebut dapat bekerja efektif secara maksimal sehingga terjadi penghematan penggunaan pupuk kimia.
Sedangkan hormon tumbuh, memacu pertumbuhan dan jumlah anakan padi.
Peningkatan jumlah anakan. Penerapan teknologi ini pada padi sawah akan menghemat penggunaan pupuk kimia sebesar 40-60%.
Data juga menunjukan, pupuk ini mampu mengatrol kenaikan hasil panen antara 20–40% dari cara konvensional. Jika penggunaan teknologi ini secara massal, maka cita – cita swasembada pangan akan mudah tercapai. Dengan demikian tidak perlu lagi impor beras.
Tidak hanya pertanian. MaxiGrow juga telah teruji mampu meningkatkan produktifitas aneka perkebunan, tambak ikan, dan peternakan. Sebuah teknologi untuk kehidupan.

Rekam Jejak Teknologi Inovatif

MaxiGrow bukanlah teknologi yang ditemukan secara instan. Ia merupakan hasil sebuah dedikasi keilmuan dan penelitian tiada henti untuk mencari solusi bagi kemakmuran bangsa melalui penciptaan produktifitas pangan.
Selama dua dasawarsa lebih, sejak awal penelitian, penemuan hingga uji praktis di berbagai lahan pertanian, perkebunan, hortikultura serta peternakan dan perikanan tambak, ia menjadi karya yang sudah sepatut diapresiasi oleh siapapun yang ingin menjadikan bangsa ini maju.

Tahun 1985
Riset isolasi dan analisis potensi mikroba tanah dari bumi Indonesia.
Pada tahap ini diambil sample mikroba dari berbagai daerah nusantara, terutama dari daerah yang dianggap subur, untuk di uji coba.
Sampai saat ini riset ini tetap berjalan untuk terus meningkatkan mutu produk.

Tahun 1986 – 1996
Uji potensi mikroba unggul yang telah terseleksi di laboratorium.
Dari berbagai mikroba yang terkumpul di adakan uji coba, mikroba mana yang paling baik, diantara mikroba yang lain.

Tahun 1996

Dari berbagai uji coba akhirnya terpilih beberapa mikroba unggul, yang dikemas dalam sebuah teknologi/formula campuran berbagai macam bakteri yang bermanfaat untuk meningkatkan
hasil pertanian. Memakan waktu 10 tahun sejak dimulainya penelitian, baru ditemukan mikroba paling unggul yang baik untuk meningkatkan hasil pertanian.

Tahun 1997
Dilakukan uji lapangan di sentra pertanian Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Uji lapangan ini merupakan pembuktian setelah dilakukan uji lab yang masih bersifat teori.

Tahun 1998

Dilakukan uji praktis dan evaluasi oleh petani. Tahap ini dilakukan untuk mengetahui respon dan hasil yang paling obyektif oleh pengguna yaitu petani. Setelah dilakukan uji praktis oleh para petani di sejumlah daerah, terbukti mereka puas akan manfaat dan keunggulan teknologi ini.

Tahun 1998
Mulai diproduksi secara masal dan dipasarkan di Indonesia.Setelah melalui masa penelitian selama 13 tahun, teknologi ini layak dipasarkan dan mulai diterima pasar secara luas.

Tahun 2011
Setelah sukses dipasaran di Indonesia secara bebas/konvensional, produk ini dengan New Teknologinya (MaxiGrow) berusaha melakukan penetrasi pasar yaitu melakukan pemasaran secara direct marketing. Adalah Solusi Tani, sebuah perusahaan yang akan membawa kesuksesan baru bagi produktifitas pertanian. Dengan back up perusahaan yang berpengalaman di dalam industri pertanian diantaranya benih jagung, sayuran dan industri pestisida. Tidak hanya itu dari sisi finansial dan IT , MaxiPlus masuk dalam group perusahaan asuransi dan IT.

Kelebihan New Teknologi MaxiGrow adalah :

 Lebih efektif dan tahan lama dalam kemasan +4 tahun
 Aplikasikan/taburkan/siramkan MaxiGrow terlebih dahulu, baru pupuk kimia (tidak perlu tengang waktu)
 Aplikasi sederhana
 Untuk tanaman semusim 1 s/d 2 kali aplikasi
 Untuk tanaman tahunan 3 s/d 4 aplikasi/tahun
 Sebagai suplement untuk peternakan (penggemukan) dan perikanan sebagai probiotik dan prebiotik.

Zat Makanan Bagi Tumbuhan


Tumbuhan membutuhkan zat makanan layaknya makhluk hidup lain. Pada tumbuhan zat makanan yang diperlukan adalah unsur hara. Unsur hara adalah unsur kimia yang di butuhkan tanaman untuk proses pertumbuhanya baik itu vegetatif maupun generatif. Dengan kata lain unsur hara adalah makanan bagi tanaman. Jika unsur hara yang terdapat dalam tanah tidak memenuhi atau kurang, maka tumbuhan tidak berkembang secara normal. Akibatnya, produktifitasnya juga rendah.
Bismillahirrahmanirrahim

Aplikasi Maxigrow Pada Bawang Merah 
Bawang
 
merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan (tanah kering), tekstur sedang sampai liat. Jenis tanah Alluvial, Glei Humus Atau Latosol, pH 5.6 – 6.5, ketinggian 0-400 m, kelembaban 50-70%, suhu 25O – 32O C. Cara penggunaan MaxiGrow yang dikombinasikan dengan pupuk kimia pada tanaman bawang merah.

 Pengolahan Lahan (Pemberian MaxiGrow Ke -1 )
Lahan yang telah dibuat bedengan pada bagian atasnya diberi pupuk kandang (yang sudah matang), kemudian semprotkan larutan MaxiGrow (1 liter MaxiGrow dicampur dengan:
air max 100 liter), kemudian tutup permukaan bedengan dengan tanah. Biarkan minimal 3 hari, kemudian siap untuk ditanam.
Pada tahap ini kebutuhan maxigrow sebanyak 2 s/d 3 liter per hektar dan pupuk kandang sebanyak 4 ton per hektar.

Pemberian MaxiGrow Ke-2 (30 s/d 35 Hari Setelah Tanam)

Semprotkan larutan MaxiGrow (3 s/d 4 liter MaxiGrow : air max 100 liter) pada sekitar pangkal batang.

Pemberian pupuk kimia ke sesuai dosis dan waktu anjuran/ rekomendasi

Kebutuhan untuk lahan 1 hektar adalah sebagai berikut :
Urea/ZA sebanyak 100 kg, TSP/SP-36 sebanyak 150 kg dan KCL sebanyak 100 kg, aduk sampai rata, berikan pada sekitar pangkal batang (jarak 10 cm dari batang) kemudian tutup dengan tanah.

Beberapa penyakit pada bawang merah dan pengendalianya

Antraknosa, penyakit pada akar akibat serangan Colletotrichum gloeosporoides. Penyakit ini di kalangan petani popular disebut otomatis, inul dan twister

Gejala:
ujung daun mengering, daun muda menguning dan daun melintir.
Pengendalian:
semprotkan fungisida berbahan aktif karbendenzim dan mankozeb. Apabila serangan belum terlalu banyak, langkah lain dapat ditempuh dengan mencabut dan buang/bakar segera tanaman yang diserang.
Usarium oxysporum,
Gejala:
 ujung daun layu dan menguning, melinting dan nekrosis. Akar berwarna hitam dan rapuh,
dasar akar membusuk. Fusarium dapat juga menyerang umbi bawang yang telah dipanen yang terdapat dalam gudang penyimpanan. Pengendalian: semprotkan fungisida berbahan aktif karbendenzim atau mankozeb.
        Apabila serangan belum terlalu banyak, langkah lain dapat ditempuh dengan mencabut dan buang atau bakar tanaman yang terserang.
Ulat Grayak, daun berlubang sedikit demi sedikit sampai habis. Hama Spodoptera litura memakan bagian epidermis daun terlebih dahulu kemudian jaringan. Pencegahan serangan ulat daun, ulat tahun, dan ulat grayak bisa dengan cara mengenai lahan sebelum ditanami agar ulat tana.
Fusarium,diakibatkan oleh cendawan Fh mati. Pengendalian; gunakan musuh alami, apabila serangan sangat banyak dapat menggunakan insektisida yang berbahan aktif bacillus thuringiensis atau klorfenapir atau spinosad.
Trips, diakibatkan serangan Thrips tabaci.
Gejala :
terdapat spot berwarna putih keperakan bekas tusukan dan gigitan hama kemudian menyebar ke seluruh permukaan daun.
Pengendaliannya; semprotkan fungisida berbahan aktif klorfenapir.


Anda Punya Tanaman Bawang Merah ??
Aplikasikan Sekarang dgn Maxigrow  Rasakan Hasilnya Yg Lebih Maksimal
Info Pemesanan / Join
wa +601136508072
call +6281379099067
mail mazdimaz.maksiplus@gmail.com
fb Mazdimaz Maksifriend
http://maksiplus-utama-indonesia.blogspot.com
Bismillahirrahmanirrahim

Aplikasi MaxiGrow Pada Kakao

Coklat Pohon coklat tumbuh di daerah tropis, pada ketinggian 10 hingga 500 meter di atas permukaan air laut.
Pohon coklat pada umumnya dapat mencapai tinggi 5-6 meter, dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun sejak umur 4-5 tahun.
    Cara penggunaan MaxiGrow yang dikombinasikan dengan pupuk kimia pada kakao:
Persiapan lahan
#Buat lubang untuk bibit tanaman dengan ukuran 40X40X40cm, kemudian masukan pupuk kandang 20 biarkan Selama 1 bulan.
#Kemudian bibit siap untuk dimasukkan dalam lubang tanam.

Tanaman belum menghasilkan (diberikan mulai 15 HDT)
#Berikan larutan MaxiGrow (1 s/d liter MaxiGrow:
air max 200 liter) pada sekitar pangkal batang, sebanyak + 1 s/d 2 liter, ulangi setiap 4 bulan sekali.          Pada tahap ini untuk satu aplikasi, MaxiGrow yang dibutuhkan sebanyak 1 s/d 2 liter per hektar atau per tahun dibutuhkan 4 s/d 6 liter.
#Pupuk kimia yang diberikan adalah berupa campuran pupuk urea 200 gr, tsp 100gr dan kcl 75 gr atau bisa berupa pupuk majemuk N-P-K-Mg (15-15-6-4) sebanyak 300 gr pohon, berikan disekitar pangkal batang.
#Ulangi setiap 6 bulan sekali (sekali di awal musim hujan dan sekali di akhir musim hujan).

Tanaman sudah menghasilkan

#Berikan larutan MaxiGrow (2 s/d 3 liter MaxiGrow: air max 200 liter) sebanyak + 1 s/d 2 liter pada tiap pohon, berikan disekitar pangkal batang, ulangi setiap 3 s/d 4 bulan sekali.
        Pada Buku Pintar MaxiGrow 40 tahap ini untuk satu aplikasi, MaxiGrow yang dibutuhkan 3 s/d 4 liter per hektar atau per tahun dibutuhkan 12 s/d 16 liter.
        Pupuk kimia yang diberikan adalah berupa campuran pupuk urea 500gr, tsp 200 gr, dan kcl 300gr atau bisa berupa pupuk majemuk N-P-K-Mg (15-15-6-4) sebanyak 1 kg pada setiap pohon , berikan disekitar pangkal batang. Ulangi setiap 6 bulan sekali (sekali di awal musim hujan dan sekali di akhir musim hujan).



Berminat langsung wa +601136508072
mail mazdimaz.maksiplus@gmail.com
fb Mazdimaz Maksifriend

Kamis, 17 November 2016

Aplikasi MaxiGrow Pada Bunga & Tanaman Hias

Pemberian Pupuk saat Pembibitan

Berikan MaxiGrow setiap 10 hari sekali.
Dosis penggunaan 10 ml MaxiGrow (1tutup) dicampur dengan air sebanyak 2 liter ( cukup untuk 4-5 bibit tanaman dalam polybag), kemudian siram pada medianya.
            Hal ini dimaksudkan agar unsur hara yang terdapat pada lahan diolah/diuraikan dahulu oleh mikroba, kemudian unsur tersebut akan lebih mudah diserap oleh tanaman. Juga hal ini dimaksudkan untuk mempercepat terbentuknya akar-akar rambut pada tanaman.
         
Masa Pemeliharaan


Berikan setiap 15 hari sekali pupuk hayati MaxiGrow pada media tanam dengan dosis yang sama saat pembibitan.
            Pemberian pada tahap ini dimaksudkan agar unsur hara tetap dengan mudah diserap oleh tanaman, sehingga tanaman lebih sehat dan tumbuh kembangnya menjadi lebih baik.




Pemesanan :
chat / wa +601136508072

Bismillahirrahmanirrahim

PERTANYAAN :
Pangestu : teman2 yg senior..dan juga yg sudah megimplementasikan maxigrow ..mohon bantuanya apa ada yg bisa menjelaskan pertannyaan ini....
Apakah maxigrow ni bermanfaat jg bgi tanaman seperti merica, cengkeh dan padi? Mksih
dan bagaimana cara menggunakannya ???.....


JAWABAN :
Ramdhan M.R : Sy sedikit bantu jawab buat pa Pangestu..
Pada dasarnya pupuk MG1 bisa diaplikasikan k semua jenis tanaman untuk kebutuhan nutrisi agar memaksimalkan pertumbuhan & hasil panen.. Semua jenis tanaman yg membutuhkan N P K pasti bisa diapliasikan Pupuk MG1..
                                        Gambar diatas adalah kebutuhan pokok untuk tanaman..

Ramdham M.R
: Sebetulnya kebutuhan NPK udh ada d dalam tanah.. Tapi untuk saat ini semakin berkurang & cenderung hilang karena penggunaan pupuk kimia yg berlebih.. Yg berdampak terhadap matinya mikroorganisme & hancurnya ph tanah.. Yg berdampak terhadap matinya cacing yg berfungsi untuk menggemburkan tanah & membuat pori2 di permukaan tanah agar kebutuhan NPK bisa masuk maksimal kedalam tanah..

Ramdham M.R: Yg dampaknya pori2 pada permukaan tanah tertutup yg berdampak kebutuhan nutrisi dari alam tidak bisa masuk k dalam tanah.. Alhasil tanah jadi padat karena tidak adanya kehidupan cacing ditanah..
Ramdham M.R: Karena manfaat pupuk kimia tidak berbanding dgn dampak buruk terhadap tanah.. Sebagian besar efek kimia adalah merusak tanah..


 Foto diatas adalah manfaat dari pupuk kimia.. Tidak lebih dari 40%.. Sisanya akan menjadi sampah / residu didalam tanah yg membuat tanah mati..

Ramdham M.R: Inilah yg selama ini tidak dibahas didalam sistem penjualan pupuk kimia.. Yg mereka bahas hanyalah dampak terhadap tanaman, tapi tidak membahas dampak terhadap tanah..

Ramdham M.R: Jdi untuk jawaban singkat pa Pangestu untuk aplikasi adalah semua tanaman apapun bisa di aplikasikan pupuk MG1..
Salah satu keunggulan pupuk MG1 adalah kadungan ny full organik.. Jdi tidak ada takaran pasti untuk kebutuhan tanaman.. Karena konsep organik/alami jika kurang takaran tetep ada manfaat, kalopun kelebihan jauh lebih baik karena nutrisi akan lebih maksimal.. Jika konsep kimia kurang takaran akan lambat & cenderung g ada manfaat, klo kelebihan akan over dosis yg membuat pohon kering & mati..

Ramdham M.R: Jdi salah satu keunggulan pupuk Maksigrow, kita bisa bereksperimen / berinovasi dalam mengaplikasikannya.. Karena tidak ada takaran baku dalam pengaplikasian nya..
Ramdham M.R: Tapi kita udh banyak contoh yg bisa dijadikan referensi dalam pengaplikasian ny d Buku Pintar Maksigrow..
Ramdham M.R: Dari Buku Pintar Maksigrow kawan** bisa mengetahui kandungan lengkap pupuk MG1 untuk kebutuhan tanaman & ternak..

Yang Berminat Chat /Watshapp +601136508072
mail .... mazdimaz.maksiplus@gmail.com
Info Detail Layari http://maksiplus-utama-indonesia.blogspot.com